PEMBELAJARAN KREATIF DAN PRODUKTIF

Disusun Guna Memenuhi Tugas Kelompok

Mata kuliah : Bahasa Indonesa

Dosen Pengampu : Drs. Umar Samadhy,M.Pd

Penyaji : Sri Marwati, M. Yuda sasmitho, Joko S.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pendidikan harus dikembalikan pada kithahnya. Di dalam UU RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (Bab II/Pasal 3) menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik, melalui berbagai interaksi dan berbagai pengalaman belajar. Namun dalam pelaksanaannya masih banyak kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan justru menghambat aktivitas dan kreativitas peserta didik.

Kondisi ini dapat dilihat dalam proses pembelajaran di kelas, umumnya guru lebih menekankan pada aspek kognitif. Kemampuan intelektual yang dipelajari sebagian besar berpusat pada pemahaman materi pelajaran yang bersifat ingatan. Guru lebih sering menggunakan komunikasi satu arah, yakni dengan menggunakan metode ceramah. Dalam situasi yang demikian, biasanya peserta didik dituntut untuk menerima apa-apa yang dianggap penting oleh guru dan menghafalnya. Siswa diibaratkan sebagai kaset kosong yang siap dijejali dengan berbagai rekaman informasi, tanpa siswa banyak mengetahui tentang siapa, mengapa, bagaimana, dan untuk apa materi itu diberikan. Guru pada umumnya kurang menyenangi situasi dimana para peserta didik banyak bertanya mengenai apa-apa yang berada diluar konteks yang dibicarakan saat itu. Dengan kondisi yang demikian maka aktivitas dan kreativitas para peserta didik terhambat atau tidak dapat berkembang secara optimal.

  1. Rumusan Masalah
  2. Apakah yang dimaksud pembelajaran kreatif dan produktif?
  3. Bagaimana karakteristik model pembelajaran kreatif dan produktif?
  4. Bagaimana penerapan model pembelajaran kreatif dan produktif?


BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Pembelajaran kreatif dan produktif

Pembelajaran kreatif dan produktif merupakan model yang dikembangkan dengan mengacu kepada berbagai teori atau pendekatan pembelajaran yang diasumsikan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.Teori pendekatan tersebut,antara lain:

  1. Belajar Aktif

Konsep dasar pendekatan ini antara lain :

  1. Belajar terjadi hanya jika siswa aktif
  2. Siswa mempunyai potensi yang dapat dikembangkan jika guru mampu menyediakan kondisi belajar yang kondusif
  3. Keaktifan siswa dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk.

Pendekatan ini yang diistilahkan oleh Candy (1994) sebagai pembelajaran orang dewasa, adalah pembelajaran yang sengaja didesain agar peserta didik dapat secara aktif dan bertanggung jawab atas apa yang dipelajarinya. Pembelajaran di sini tidak lagi menempatkan mahasiswa sebagai objek pembelajaran, sebagaimana yang selama ini terjadi, namun mahasiswa diposisikan sebagai subjek pembelajaran yang memiliki tanggung jawab sendiri dalam keberhasilan proses pembelajarannya. Sistem ini tidak lagi memposisikan pengajar sebagai pusat (teacher- centred), akan tetapi mahasiswa harus mampu mengembangkan pembelajarannya sendiri (self directed learning). Pengujian seberapa besar peserta didik mampu mengikuti proses pembelajaran juga dilakukan oleh peserta didik sendiri. Jadi, mahasiswa sebagai peserta didik merupakan “arsitek” pendidikannya sendiri yang bertanggung jawab terhadap isi dan struktur kurikulum. (Candy, 1994: 127-128).

  1. Pendekatan Konstruktivisme

Pendekatan konstruktivisme mempunyai beberapa konsep umum seperti:

  1. Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.
  2. Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka.
  3. Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling mempengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.
  4. Unsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada.
  5. Ketidakseimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama. Faktor ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
  6. Bahan pengajaran yang disediakan perlu mempunyai perkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik miknat pelajar.

Pandangan konstruktivisme juga sejalan  sejalan dengan pandangan Ki Hadjar yang menekankan pentingnya siswa menyadari alasan dan tujuan ia belajar. Baginya perlu dihindari pendidikan yang hanya menghasilkan orang yang sekadar menurut dan melakukan perintah (dalam bahasa Jawa = dhawuh). Ki Hadjar mengartikan mendidik sebagai “berdaya-upaya dengan sengaja untuk memajukan hidup-tumbuhnya budi-pekerti (rasa-fikiran, rokh) dan badan anak dengan jalan pengajaran, teladan dan pembiasaan…” Menurutnya, jangan ada perintah dan paksaan dalam pendidikan.

  1. Belajar Kooperatif dan Kolaboratif

Landasan teoretik dan konseptual pembelajatan ini berakar dari pandangan filosofis dan perspektif psikologis.  Masing-masing kawasan psikologi memiliki perspektifyang khas berdasarkan hasil pelacakannya terhadap pembela-jaran kooperatif selama ini.Kawasan-kawasan psikologi yang banyak memberikan perhatian adalah psikologibehavioristik, psikologi sosial, dan psikologi kognitif, pada tipe belajar kooperatif dan kolaboratif memungkinkan terbentuknya kebiasaan bekerja sama.berbagi tanggung jawab dan saling menghargai.

  1. Belajar Kreatif

Erwin Segal (dalam black,2003) menyatakan bahwa untukmenjadi kreatif, seseorang harus mempunyai komitmen yang tinggi ,kemampuan bekerja keras,bersemangat dan percaya diri. Dalam penerapanya keempat pendekatan ini di integrasikan kedalam suatu model, adapun rancangan explisitnya adalah sebagai berikut :

  1. Mengfasilitasi keterlinatan siswa secara intelektual dan emosional
  2. Mendorong siswa untuk mengkonstruksi atau menemukan sendiri konsep
  3. Memberi kesempatan siswa untuk bertanggung jawab
  4. Membuat suasana kelas yang kondusif.
  1. B. Sosok Model Pembelajaran Kreatif dan Produktif

Sosok model mengacu kepada komponen-komponen pembelajaran, yang pada dasarnya terdiri dari :

  1. Tujuan

Dampak instruksional yang dapat dicapai melalui model pembelajaran ini antara lain:

1. pemahaman terhadap suatu nilai, konsep, atau masalah tertentu,

2. kemampuan menerapan konsep / memecahkan masalah, serta

3. kemampuan mengkreasikan sesuatu berdasarkan pemahaman tersebut.

Dari segi dampak pengiring (nurturant effects), melalui model pembelajaran kreatif dan produktif diharapkan dapat dibentuk kemampuan berpikir kritis dan kreatif, bertanggung jawab, serta bekerja sama; yang semuanya merupakan tujuan pembelajaran jangka panjang. Tentu saja dampak pengiring hanya mungkin terbentuk, jika kesempatan untuk mencapai/menghayati berbagai kemampuan tersebut memang benar-benar disediakan secara memadai. Hal itu akan tercapai, jika model pembelajaran ini diterapkan secara benar dan memadai.

  1. Materi

Materi yang sesuai disajikan dengan model kreatif dan produktif merupakan materi yang menuntut pemahaman yang tinggi terhadap nilai, konsep, atau masalah aktual di masyarakat; serta keterampilan menerapkan pemahaman tersebut dalam bentuk karya nyata. Materi ini dapat berasal dari berbagai bidang studi, seperti apresiasi sastra dari bidang studi Bahasa Indonesia, masalah sosial ekonomi dari IPS, masalah kehidupan demokrasi dari Pendidikan Kewargaannegara, atau masalah polusi dari IPA.

  1. Kegiatan

Pada dasarnya, kegiatan pembelajaran dibagi menjadi empat langkah, yaitu: orientasi, eksplorasi, interpretasi, dan re-kreasi. Setiap langkah dapat dikembangkan lebih lanjut dengan berpegang pada hakikat setiap langkah, sebagai berikut.

  1. Orientasi

Sebagaimana halnya dalam setiap pembelajaran, kegiatan pembelajaran diawali dengan orientasi untuk mengkomunikasikan dan menyepakati tugas dan langkah pembelajaran. Guru mengkomunikasikan tujuan, materi, waktu, langkah, hasil akhir yang diharapkan dari siswa, serta penilaian yang akan diterapkan. Pada kesempatan ini siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya tentang langkah/cara kerja serta hasil n penilaian. Negosiasi tentang aspek-aspek tersebut dapat terjadi antara guru dan siswa, namun pada akhir orientasi diharapkan sudah terjadi kesepakatan antara guru dan siswa.

  1. Eksplorasi

Pada tahap ini, mahasiswa melakukan eksplorasi  terhadap masalah/konsep yang akan dikaji terhadap masalah/konsep yang akan dikaji. Eskplorasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membaca, melakukan observasi, wawancara, menonton satu pertunjukan, melakukan percobaan, browsing lewat internet, dan sebagainya. Kegiatan ini dapat dilakukan baik secara individual maupun kelompok. Waktu untuk eksplorasi disesuaikan dengan luasnya bidang yang harus dieksplorasi.

  1. Interprestasi

Dalam tahap analisis, diskusi, tanya jawab, atau bahkan berupa percobaan kembali, jika hal itu memang diperlukan. Interpretasi sebaiknya dilakukan pada jam tatap muka, meskipun persiapannya sudah dilakukan oleh mahasiswa di luar jam tatap muka. Jika eksplorasi dilakukan oleh kelompok, setiap kelompok yajikan hasil pemahamannya tersebut di depan kelas dengan caranya masing-masing, diikuti oleh tanggapan dari mahasiswa lain. Pada akhir tahap interpretasi, diharapkan semua siswa sudah memahami konsep/ topik/masalah yang dikaji

  1. Re- Kreasi

Siswa ditugaskan untuk menghasilkan sesuatu yang pemahamannya tentang pen kan secara individual atau kelompok sesuai dengan pilihan mahasiswa. Hasil re-kreasi merupakan produk kreatif dapat dipresentasikan, Panduan harus memuat tujuan, materi, waktu, cara kerja, serta hasil akhir yang diharapkan. Misalnya, mahasiswa diharapkan mengumpulkan tiga cerita rakyat selama satu minggu, atau diminta mencari informasi mengenai penggusuran penduduk di satu daerah, yang meliputi: nama dan alamat tempat penggusuran, jumlah keluarga yang digusur, alasan penggusuran, sikap penduduk yang digusur, serta proses penggusuran. Eksplorasi dapat dilakukan secara individual atau kelompok sesuai dengan kesepakatan pada waktu orientasi. Dalam tahap analisis, diskusi, tanya jawab, atau bahkan berupa percobaan kembali, jika hal itu memang diperlukan. Interpretasi sebaiknya dilakukan pada jam tatap muka, meskipun persiapannya sudah dilakukan oleh mahasiswa di luar jam tatap muka. Jika eksplorasi dilakukan oleh kelompok, setiap kelompok yajikan hasil pemahamannya tersebut di depan kelas dengan caranya masing-masing, diikuti oleh tanggapan dari mahasiswa lain. Pada akhir tahap interpretasi, diharapkan semua mahasiswa sudah memahami konsep/ topik/masalah yang dikaji. Pada tahap mencerminkan pemahamannya terhadap konsep/ topik/masalah yang dikaji menurut kreasinya masing-masing.

  1. Evaluasi

Evaluasi belajar dilakukan selama proses pembelajaran dan pada akhir pembelajaran. Selama proses pembelajaran, evaluasi dilakukan dengan mengamati sikap dan kemampuan berpikir mahasiswa. Kesungguhan mengerjakan tugas, hasil eksplorasi, kemampuan berpikir kritis dan logis dalam memberikan pandangan/ argumentasi, kemauan untuk bekerja sama dan memikiul tanggung jawab bersama, merupakan contoh aspek-aspek yang dapat dinilai selama proses pembelajaran. Evaluasi pada akhir pembelajaran adalah evaluasi terhadap produk kreatif yang iteria penilaian dapat disepakati bersama pada waktu orientasi.

  1. C. Kekuatan dan Kelemahan
    1. Kekuatan Model Pembelajaran Kreatif dan Produktif
      1. Dalam setiap kegiatan, siswa terlibat secar aktif, baik intelektual maupun emosional
      2. Mencapai dampak instruksional dan memungkinkan terbentuknya dampak pengiring.
      3. Siswa mendapat kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan sumber belajar.
      4. Memacu kreatifitas melalui kegiatan re-kreasi
      5. Memungkinkan dilakukanya penilaian secara utuh dan komprehensif
      6. Kelemahan Model Pembelajaran Kreatif dan Produktif

Kelemahan-kelemahan model ini tertuju pada kelemahan dilapangan, antara lain :

  1. Memerlukan kesiapan guru dan siswa
  2. Memerlukan adaptasi pendidik
  3. Memerlukan waktu yang panjang dan fleksibel
  4. D. Prinsip-prinsip Penerapan

Sejalan dengan karakteristik teori/pendekatan yang melandasi model ini prinsip-prinsip moodel pembelajaran kreatif dan produktif adalah sebagai berikut.

  1. Perubahan pola pikir (midnd-set)

Penerapan model ini menuntut perubahan pola pikir yang mendasar dari para guru, administrator, dan juga orang tua/masyarakat. Guru harus mampu dan mau mengubah pola pikir yang selama ini digunakan.

  1. Pemahaman konsep yang benar

Agar mampu menerapkan konsep yang benar, guru harus menguasai hakikat model pembelajaran kreatif dan produktif tersebut. Pemahaman yang kurang mantap dan setengah-setengah akan berdampak pada ketidak tercapaian kompetensi oleh siswa.

  1. Keyakinan pada potensi siswa (students centered learning)

Tanpa keyakinan, model ini hanya akan tetap menjadi wacana yang tidak pernah diterapakan secara benar.

  1. Kreativitas

Makin kreatif seorang guru, maka akan makin kaya variasi kegiatan yang dapat dirancangnya, dimikian pula makin kaya variasi sumber belajar yang dapat dimanfaatkan.

  1. Kurikulum yang fleksibel

Penerapan kurukulum tentunya disesuaikan dengan perkembangan minat dan kebutuhan siswa

  1. E. Lagkah-langkah Penerapan
  2. Perencanaan
    1. Identifikasi kompetensi dan topik pada kurikulum yang meliputi:
  • Identifikasi kompetensi yang akan dikuasai siswa
  • Identifikasi topik-topik yang mendukung ketercapaian kompetensi tersebut
  • Identifikasi topik-topik yang sesuai
  1. Identifikasi sumber balajar yang terkait dengan topik yang akan diajarkan
  2. Kembangkan kegiatan belajar untuk keempat tahap dalam pembelajaran (orientasi, eksplorasi, interpretasi, dan re-kreasi) dengan tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa baik individu maupun kelompok.
  3. Rancang prosedur alat evaluasi yang akan digunakan untuk menilai pencapaian siswa
  4. Pelaksanaan
    1. Tahap orientasi
      1. Sajikan tujuan/kompetensi topik, kegiatan, tugas-tugas, dan evaluasi
      2. Pada akhir sajian, beri kesempatan kepada siswa untuk memberi respon (pertanyaan/saran/prakarsa)
      3. Periksa pemahaman siswa terhadap topik yang sedang dikaji
      4. Kelompok saling berbagi informasi dan merencanakan kegiatan eksplorasi
      5. Tahap eksplorasi
        1. Guru bertanya pada siswa apakah sudah memulai eksplorasi, apa pengalamanya dan bagaimana kemajuan setiap kelompok
        2. Memonitor secara periodik
        3. Partisipasi guru dalam eksplorasi
        4. Tahap Interpretasi

Tahap ini merupakan tahap yang sangat menentukan dalam pembentukan kemampuan siswa untuk memahami konsep/masalah yang sedang dikaji.

  1. Tahap re-kreasi

Tahap ini merupakan tahap kulimanasi dari kegiatan pembelajaran kreatif dan produktif

  1. Evaluasi

Setelah melakukan pembelajarn kreatif dan produktif guru perlu menilai keefektifan model ini. Ada beberapa cara untuk mengevaluasi, yaitu :

  1. Melihat hasil belajar siswa
  2. Melakukan refleksi
  3. Membuat catatan pelaksanaan
  4. Bertanya kepada siswa

BAB III

PENUTUP

  1. A. Simpulan

Dari pembahasan mengenai model pembelajaran Kreatif dan produktif  yang sudah sebelumnya, maka ada beberapa point simpulan yang dapat kami rangkum :

  1. Model pembelajaran kreatif dan produktif merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan empat pendekatan belajar (belajar aktif, konstruktivisme, kooperatif dan kolaboratif) secara kreatif.
  2. Belajar aktif mempersyaratkan keterlibatan siswa secara optimal, sedang konstruktivisme menekankan pada peran siswa dalam pembentukan makna.
  3. Esensi keempat teori tersebut diintegrasikan pada setiap kegiatan
  4. Penerapan model pembelajaran kreatif dan produktif dikemas dalam lima prinsip yaitu :
    1. Perubahan pola pikir
    2. Pemahaman konsep yang benar
    3. Keyakinan guru akan potensi siswa dan “students centered learning”
    4. Kreativitas guru
    5. Kurikulum yang fleksibel
    6. Penerapan model kreatif dan produktif sebaiknya dilaksanakan dalam tiga langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
  5. C. Saran

Sebuah model yang luar biasa semacam model pembelajaran kreatif dan produktif ini tiada berarti dan tiada berguna serta tak akan memberi faedah maksimal apabila tidak diterapkan secara optimal dan pengkajian berkala. Karena pada hakikatnya sebuah teori akan menjadi luar biasa jika dipraktekan dan sebaliknya teori akan tetap menjadi teori jika tidak di terapkan

About these ads
    • Rohmah Alsyairozzi
    • April 21st, 2011

    Bagus tulisannya… lebih bagus lagi bila dilengkapi dengan sumber buku atau referensi yang terkait..

    • Rohmah Alsyairozzi
    • April 21st, 2011

    lengkapi dengan jurnal atau sumber buku sebagai referensi…

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.