Archive for the ‘ Penjaskes ’ Category

RESUME PENDIDIKAN KESEHATAN

PENDIDIKAN KESEHATAN
( Dalam Mata Kuliah PENJASKES )
A. Pembinaan Pola Hidup Sehat
1. Definisi sehat.
Sehat adalah keadaan sejahtera jasmani, jiwa, dan social yang sempurna dan bukan keadaan tanpa penyakit. Jadi sehat menyeluruh melibatkan faktor fisik, mental dan social. Menurut undang – undang kesehatan No. 23 tahun 2003 Kesehatan adalah sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis.
Tujuan pendidikan kesehatan adalah :
a. Mengambangkan sikap dan perilaku yang menyumbang kepada kesejahteraan hidup pribadi dan masyarakat.
b. Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk membuat keputusan tentang masalah kesehatan pribadi dan masyarakat, dan mendorong peserta didik untuk membuat keputusan.
c. Menyampaikan informasi yang cermat tentang kesehatan dan hal – hal yanh berhubungan dengan masalah kesehatan.
d. Mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah kritis tentang kesehatan pribadi dan masyarakat yang mempengaruhi kualitas hidup individu dan masyarakat
2. Kebiasaan hidup sehat
Kebiasaan terbentuk melalui praktik yang berulang – ulang sehingga melekat. Bila sudah terbentuk kebiasaan, maka kebiasaan itu akan dilakukan tanpa sadar. Semuanya berlangsung secara otomatis tanpa pertimbangan.
Pendidikan kesehatan disekolah menitik beratkan padaupaya memadukan pengetahuan, sikap, nilai, norma dan tindakan nyata.Jadi, pembentukan pola kebiasaan hidup sehat akan dapat dicapai bila melalui praktik nyata yang dilakukan seserta didik.
3. Kebugaran jasmani
Kehidupan modern ditandai dengan peninmgkatan penderita penyakit kurang gerak yang disebut Hipokinetik. Penyakit ini tergolong non-infeksi yang menyerang kemakmuran hidup seperti : penyakit jantung, dan darah tinggi.
Kebugaran jasmani menunjukan kemampuan seseorang untuk mengadakan kerja fisik pada tingkat moderat tanpa lelah yang berlebihan. Dalam pemeriksaan kesehatan mencakup faktor Riwayat kesehatan pribadi, Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi, dan Pemeriksaan kondisi fisik.
Kebugaran jasmani terdiri dari komponen kekuatan, daya tahan, kecepatan power, keseimbangan kelincahan, dan koordinasi. Prinsip yang harus diperhatikan dalam pembinaan kebugaran jasmani adalah latihan harus berlangsung kontinu dan terus menerus, Latihan bersifat psesifik, dan latihan bersifat individu.

B. Beberapa masalah umum dalam kesehatan
1. Pengunaan Obat untuk Penyembuhan
Kebanyakan obat yang digunakan dalam kedokteran berbahaya jika disalahgunakan. Beberapa obat yang sering disalahgunakan adalah jenis analgesic, seperti aspirin dan kodein, jenis trankuiliser seperti valium dan librium, serta dari jenis perngsang (simultan) seperti kafein dan ampetamin. Untuk itu dalam penggunaan obat – obat tersebut perlu adanya pengawasan dokter sehingga tidak menimbulkan efek samping yang justru berbahaya bagi kesehatan.
2. Penggunaan obat untuk bersenang – senang
Beberapa orang menggunakan obat bukan untuk penyembuhan melainkan untuk bersenang – senang. Dalam hal ini penggunaan obat ada yang lazim dan ada yang termasuk penyalahgunaan. Obat yang lazim dipakai biasanya kafein dalam kopi atau softdrink. Sedangkan penggunaan obat yang disalahgunakan adalah trankuiliser, antidepresi dan sedatifdan halusinogen yang semuanya itu merusak fungsi otak.
3. Merokok
Dalam pelajaran kesehatan siswa perlu dijelaskan tentang bahaya merokok. Karena, meskipun sudah ada larangan merokok dalam sekolah tapi tidak menutup kemungkinan siswa merokok diluar kelas sebab tidak mengerti bahaya merokok tersebut.
4. AIDS
AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV. Karena sangat berbahaya dan belum ditemukan obat yang ampuh untuk penyakit ini, maka pembelajaran tentang AIDS perlu diberikan dalam pembelajaran kesehatan
5. Kanker
a. Kanker pada anak usia muda
Sama seperti AIDS kanker merupakan penyakit yang sukar diobati. Dan penyebab kankerpun belum diketahui. Kasus yang sering muncul biasanya karena faktor keturunan.
b. Leukimia
Merupakan kanker darah. Sama seperti kanker-kanker lainya, leukemia pun belum diketahui penyebabnya.
6. ASMA

7. Masalah pada gigi

C. Memelihara Kecukupan Gizi
Kurang gizi dikarenakan tidak memperoleh semua unsur gizi yang dibutuhkan bagi kesehatan.
1. Penyakit kurang gizi tingkat rendah
Kurang gizi disebabkan karena anak memperoleh banyak makanan tetapi bukan makanan yang tepat sehingga diet mereka tidak tepat. Penyebabnya : konsumsi berlebihan gula buatan, konsumsi berlebihan minuman kecil, anak memilih – milih makanan, dan penurunan nafsu makan. Tanda – tanda anak yang ter jangkit adalah : Loyo, kurang gambira, kurang aktivitas, ada lingkaran gelap dimatanya, dan mudah terinfeksi.
2. Kekurangan Energi – protein.
Kondisi dimana anak tidak mendapat makanan (kelaparan). Ada 2 macam yaitu : Marasmus(kekurangan energy dan protein) dan kwaskhiorkor(energy ada, tapi kekurangan protein).
Tanda penderita marasmus : Mata cekung masuk kedalam, kekurangan berat badan, tulang tampak dibawah kulit, dan otot kehilangan kekuatan. Tanda penderita kwaskhiorkor : Rambut tipis dan warnanya pucat, perut buncit dan anemia pada tingkat ringan
3. Penyakit kekurangan vitamin
Vitamin adalah senyawa komplek yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Berfungsi untuk membantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin, manusia tidak dapat beraktifitas.
Contoh penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin, antara lain:
a. Kekurangan vitamin a:
• Rabun senja
• Katarak
• Inveksi saluran pernavasan
• Menurunnya daya tahan tubuh
• Kulit yang tidak sehat.
b. Kekurangan vitamin b:
• Kulit kering bersisik
• Mulut kering bibir pecah – pecah
• Otot mudah kram dan kejang
• Insomnia
• Badan lemas
• Mual – mual
• Sulit tidur
• Kurang darah
c. Kekurangan vitamin c:
• Mudah inveksi pada luka
• Gusi berdarah
• Rasa nyeri pada persendian
d. Kekurangan vitamin d:
• Gigi akan lebih mudah rusak
• Otot bisa mengalami kejang – kejang
• Betis kaki akan membentuk huruf o atau x
e. Kekurangan vitamin e:
• Mandul
• Gangguan saraf dan otot
f. Kekurangan vitamin k:
• Darah sulit membeku bila luka
• Pendarahan dalam tubuh
4. Kegemukan

D. Kesehatan Lingkungan.
Perilaku hidup sehat terbentuk melalui interaksi individu dengan lingkungan. Manusia mampu mengontrol lingkungan yaitu mengubah, memperbaiki dan membangun. Namun bias juga merusaknya.
Pengaruh lingkungan dalam menimbulkan penyakit : Sebagai penunjang bagi perjalanan penyakit,sehingga penyakit menjadi tambah parah, Sebagai penunjang terjangkitnya suatu penyakit, dan sebagai penyebat penyakit langsung.
Faktor yang mempengaruhi faktor kesehatan adalah faktor alamiah, tinkat pendidikan yang rendah, keterbelakangan informasi dan ketidak pedulian orang terhadap lingkungan.
Kegiatan yang bisa diperhatikan dan diamalkan : air sebagai sumber kehidupan, Pembuangan sampah sembarangan merupakan masalah yang sangat besar, dan jamban harus terpelihara dengan baik. Strategi umum dalam membina perilaku hidup sehat dimulai dari penataan danpemeliharaan lingkungan hidup yang sehat.

E. Keselamatan diri.
1. Keselamatan diri dijalan raya
Siswa diajarkan Menyebranga harus ditempat penyebrangan, Sebelum menyebrang tengok kesegala arah, Berjalan di trotoar, dan tidak bermain dijalan.
Ketika mengemudi maka harus memperhatikan : Penggunaan sabuk pengaman pada pengemudi mobil, penggunaan helm pada pengendara motor, memacu kecepatan secara tekendali, memberikan pejalan kaki untuk menyebrang,memeriksa keadaan kendaraan sebelum berangkat, dan memperhatikan rambu-ranbu lalu lintas.
2. Keselamatan disekolah
Sekolah sebaiknya jauh dari keramaian,tidak berdekatan dengan rel kereta api dan jalan raya yang amat sibuk. Halaman sekolah baiknya dipagar. Guru secara bergantian mengawasi muridnya pada waktu jam istirahat dan palang. Membuat ketentuan seperti dilarang keluar dari pekarangan sekolah, memanjat pohon, dan bermain dengan benda tajamyanga membahayakan orang lain.
3. Keselamatan di air
Hal – hal yang perlu diperhatikan bila berada dikolam : Lakukan menyesuaian sebelum masuk kolam, Jangan langsung berenang setelah makan ( tunggu 1-2 jam), jangan bergurau dalam kolam, dan sebaiknya adapengawas yang sudah bias berenang dan ikut berenang.
4. Keselamatan pada waktu Pendidikan Jasmani.
Pemanasan berfungsi untuk menghindari adanya cidera, Pemanasan juga berfungsi mempersiapkan organ untuk melakukan kerja. Upaya pencegahan kecelakaan dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor pengaturan formasi dan penugasan siswa, peralatan yang digunakan siswa dan tempat yang digunakan. Bila didalam ruangan maka lantai jangan licin dan basah untuk menghindari terpeleset. Ruangan itu juga memerlukan cahaya dan ventilasi yang cukup. Bila tempatnya di lapangan terbuka maka harus lebih memperhatikan fisik siswanya. Karena panas matahari langsung lebih banyak membakar cairan tubuh.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.