Archive for the ‘ Manajemen Berbasis Sekolah ’ Category

Prestasi Belajar Siswa

Prestasi Belajar Siswa
1) Belajar dan Pembelajaran serta Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang relatif menetap, baik yang dapat diamati maupun tidak diamati secara langsung, yang terjadi sebagai suatu latihan atau pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan (Rumini, 1995). Secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik (Darsono, 2000).
Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah, baik kuantitas maupun kualitasnya.
Menurut Rumini (1995) belajar sebagai proses atau aktivitas dipengaruhibeberapa faktor yang dapat diklasifikasikan menjadi: faktor yang berasal dari dalam diri orang yang belajar (internal) dan faktor dari luar (eksternal)
a. Faktor intern
Faktor intenal dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :
• Faktor psikis, meliputi intelejensi, aurosal, motivasi, dan kepribadian. Intelejensi, yaitu kemampuan yang bersifat umum dapat abstraksi, memahami, mengingat, berbahasa untuk mengadakan penyesuaian terhadap suatu situasi/ masalah. Aurosal, yaitu suatu peningkatan kesiapsiagaan dan ketegangan otot. Individu agar dapat belajar secara efisien harus dalam keadaan aurosal, yang artinya harus bangun, sadar, dan memperhatikan lingkungan secara tajam. Motivasi, yaitu kondisi psikis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, yang berarti pula kondisi yang mendorong seseorang untuk belajar. Kepribadian, dapat mempengaruhi cara belajar siswa yang berpengaruh pula pada hasil belajar
• Faktor fisik, yakni kesehatan yang meliputi kondisi indera, organ-organ tubuh dan anggota badan.
b. Faktor eksternal
• Lingkungan sekitar, meliputi: lingkungan alam, sosial dan social ekonomi.
• Materi pelajaran.
• Metode pembelajaran.
2) Sikap Siswa dalam Pembelajaran
Salah satu aspek yang diinginkan evaluasinya dalam pelaksanaan kurikulum KTSP adalah ranah afektif. Karakteristik afektif yang penting meliputi 4 tipe yaitu, sikap, minat, konsep diri dan nilai. Aspek afektif yang penting untuk dikembangkan adalah minat dan sikap siswa. Sikap siswa merupakan bagian dari ranah afektif yang dievaluasi untuk mengukur sejauh mana pembelajaran benar–benar memiliki makna dan berpengaruh terhadap perilaku siswa.
Saefudin (1988) menyebutkan, sikap dibentuk oleh tiga komponen, yaitu komponen kognitif (gejala pikiran dan pemahaman seseorang terhadap objek), komponen afektif (perasaan seseorang terhadap objek, dan komponen konaktif (kecenderungan seseorang untuk berperilaku konsisten terhadap objek). Interaksi antara ketiga komponen tersebut membentuk sikap seseorang.
Guru yang mampu membentuk suasana pendukung aspek kognitif siswa dapat membangkitkan sikap positif dari siswanya. Selain memperoleh pengetahuan, di dalam diri siswa juga akan terbentuk sikap yang berkaitan dengan pengetahuan yang diperolehnya
Purwadi dalam Pangesti (2003) menyatakan cara mengukur sikap seseorang terhadap lingkungannya adalah dengan mengetahui bagaimana seseorang bertindak bila dihadapkan dengan problema lingkungan tertentu
C. Prestasi Belajar
Dalam dunia pendidikan, prestasi belajar sering didefinisikan sebagai nilai yang didapat anak berupa angka atau huruf. Menurut Muchtar Buchori prestasi adalah hasil yang sebenarnya dicapai atau hasil yang telah dicapai (Buchori, 1994 : 77). Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya berupa ranah kognitif, afektif maupun psikomotor.
Sedangkan menurut Winarno Surachmad menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil belajar yang diperoleh dari hasil ujian atau tes yang tercantum pada buku hasil prestasi, sehingga menentukan berhasil tidaknya siswa dalam belajar (Surachmad, 1986 : 25).
Jadi hubungan antara prestasi belajar dengan pembelajaran kontektual (CTL) adalah pendekatan ini akan meningkatkan prestasi belajar siswa karena siswa mengalami sendiri pengetahuannya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.