Indentifikasi-Pemecahan masalah

A. Judul Penelitian
“PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED-HEADS-TOGETHER) POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR (KUBUS DAN BALOK) SISWA KELAS V SEMESTER 2 SD NEGERI DARUPONO TAHUN PELAJARAN 2008/2009”.

B. Latar Belakang Masalah
Sesuai dengan UU no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3 menyatakan bahwa; “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusiayang bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika sejak dini. Oleh karena itu,mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang diberikan pada setiap jenjang pendidikan dari mulai pendidikan dasar. Pada kenyataannya matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang susah untuk dimengerti. Indikasinya dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang kurang memuaskan, yaitu hasil belajar ulangan harian dan dari rata-rata nilai UAS tiga tahun terakhir, yaitu 4,34; 5,76 dan 4,74. untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu model pembelajaran yaitu pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan belajar yang berorientasi pada siswa, dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Kelebihan dalam belajar kooperatif siswa belajar bersama-sama, saling membantu dan berdiskusi bersama-sama dalam menyelesaikan kegiatan belajar. Selama ini umumnya siswa hanya bermodal menghafal rumus untuk menyelesaikan soal-soal matematika. Hal tersebut dikarenakan matematika bersifat abstrak dan membutuhkan pemahaman konsep-konsep.
Faktor lain yang berpengaruh adalah cara mengajar guru yang tidak tepat. Pembelajaran yang biasa diterapkan selama ini menggunakan metode ekspositori, di mana pembelajaran berpusat pada guru, siswa pasif, dan kurang terlibat dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan siswa mengalami kejenuhan yang berakibat kurangnya minat belajar. Minat belajar akan tumbuh dan terpelihara apabila kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara bervariasi, baik melalui variasi model maupun media pembelajaran.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menekankan keterlibatan aktif antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Selain itu, pada kurikulum sebelumnya atau KBK menekankan bahwa belajar matematika tidak sekedar learning to know, melainkan harus ditingkatkanmeliputi learning to do, lerning to be, hingga learning to live together (Suyitno, 2004: 60). Oleh karena itu, pengajaran matematika perlu diperbarui, di mana siswa diberikan porsi lebih banyak dibandingkan dengan guru, bahkan siswa harus dominan dalam kegiatan belajar mengajar. Sasaran dari pembelajaran matematika adalah siswa diharapkan mampu berpikir logis, kritis dan sistematis. Untuk mengembangkan potensi to live together salah satunya melalui model pembelajaran kooperatif. Aktivitas pembelajaran kooperatif menekankan pada kesadaran siswa perlu belajar untuk mengaplikasikan pengetahuan, konsep, keterampilan kepada siswa yang membutuhkan atau anggota lain dalam kelompoknya, sehingga belajar kooperatif dapat saling menguntungkan antara siswa yang berprestasi rendah dan siswa yang berprestasi tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Slavin (Ibrahim, 2000:16) tentang pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar pada semua tingkat kelas dan semua bidang studi menunjukkan bahwa kelas kooperatif menunjukkan hasil belajar akademik yang signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.
Salah satu model pembelajaran kooperatif yaitu tipe NHT (Numbered Heads Together). Model ini dapat dijadikan alternatif variasi model pembelajaran sebelumnya. Dibentuk kelompok heterogen, setiap kelompok beranggotakan 3-5 siswa, setiap anggota memiliki satu nomor, guru mengajukan pertanyaan untuk didiskusikan bersama dalam kelompok. Guru menunjuk salah satu nomor untuk mewakili kelompoknya. Menurut Muhammad Nur (2005) model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada dasarnya merupakan sebuah variasi diskusi kelompok dengan ciri khasnya adalah guru hanya menunjuk seorang siswa yang mewakili kelompoknya tanpa memberitahu terlebih dahulu siapa yang akan mewakili kelompoknya tersebut. Sehingga cara ini menjamin keterlibatan total semua siswa. Cara ini upaya yang sangat baik untuk meningkatkan tanggung jawab individual dalam dalam diskusi kelompok. Materi yang peneliti pilih pada penelitian ini adalah pokok bahasan bangun ruang sisi datar, karena pada materi ini diperlukan kemampuan visualisasi yang tinggi dan banyak dijumpai bangun ruang sisi datar pada kehidupan sehari-hari. Dalam menyelesaikan persoalan yang menyangkut bangun ruang sisi datar seringnya siswa hanya bermodal memasukkan angka ke rumus tanpa dibarengi pemahaman konsep yang mendalam.
Berdasarkan uraian sebelumnya, maka peneliti mengadakan penelitian dengan judul “PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED-HEADS-TOGETHER) POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR (KUBUS DAN BALOK) SISWA KELAS V SEMESTER 2 SD NEGERI DARUPONO TAHUN PELAJARAN 2008/2009”.

    • VERONIKA LENI
    • Oktober 25th, 2010

    PAK KALO SAYA MENGAMBIL MODEL PEMBELAJARAN NHT TETAPI MATA PELAJARAN IPA KELAS 4 SD KIRA KIRA MATERI APA YANG COCOK YA PAK MOHON BANTUAANNYA THANKS

  1. sebenarnya ini pertanyaan yang perlu dipertanyakan.., kenapa saya mengatakan seperti ini… Sebelum mengerjakan PTK maka yang pertama dilakukan adalah INDENTIFIKASI MASALAH, dari kegiatan inilah kemudian anda akan mendapatkan terlebih dahulu materi pokoknya/materi pokok yang belum tuntas (misal.banyak yang nilai ulanganya dibawah KKM) baru setelah itu anda akan menentukan pemecahan masalah ( misal : dengan pendekatan pembelajaran,model atau pengembangan media).
    Jika boleh saran.jika anda ingin melakukan penelitian/skripsi di kelas IV mapel IPA, pergunakan pembelajaran berbasis komputer (CBL) baik model tutor,model driil,model game dll… hal ini selain menyesuaikan dengan perkmbangan teknologi, juga karena masih sangat jarang yang menggunakan ini dalam penelitian/skripsi.

  2. haloo bang jek,,
    ajari q yo….

  3. haloo bang jek,,
    ajari q yo….
    help me

  4. adakah skripsi lengkapnya??
    klo ada kbari y…

  5. ada… ke tempatku ya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: