PEWARNA ALAMI

PEWARNA ALAMI DARI KUNYIT

  1. Alat dan bahan:
    1. Panci (wadah)
    2. Kompor
    3. Pengaduk (kayu)
    4. Kunyit
    5. Kain polos warna putih yang dipotong sesuai ukuran
    6. Parutan
    7. Kelereng / batu kerikil
    8. Tali raffia / karet gelang
    9. Air
    10. Garam
  2. Cara pembuatan:
    1. Menyiapkan kain polos yang akan diberi pewarna alami
    2. Mengikat sebagian dari kain tadi, dengan cara memasukan kelereng dalam kain kemudian ikat dengan karet gelang / tali raffia, atau dengan diikat biasa (tergantung motif yang akan dibuat)
    3. Memarut kunyit untuk membuat pewarna alami
    4. Memberi sedikit air lalu dibuat larutan kunyit (disaring dan diambil airnya)
    5. Menyalakan kompor dan menyiapkan panci
    6. Memasukkan larutan kunyit, dan menambahkan sedikit garam
    7. Mengaduk larutan tadi agar bisa larut
    8. Mencelupkan dahulu kain putih yang sudah diikat tadi dalam air dingin, kemudian diperas. Setelah itu, memasukkannya ke dalam larutan kunyit dan garam hingga terbenam seluruhnya
    9. Mengaduk – aduk kain putih tadi menggunakan pengaduk agar warna merata
    10. Setelah beberapa menit dan warna merata, angkat kain, dan angin – anginkan sampai setengah kering
    11. Membuka ikatan untuk karet gelang yang melekat pada kain
    12. Mengangin – anginkan kain sampai benar – benar kering (di tempat teduh agar warnanya tidak belang).

PEWARNA ALAMI DARI DAUN PACAR AIR

  1. Alat dan bahan:
    1. Panci (wadah)
    2. Kompor
    3. Pengaduk (kayu)
    4. Daun pacar air
    5. Kain polos warna putih yang dipotong sesuai ukuran
    6. Kelereng / batu kerikil
    7. Tali raffia / karet gelang
    8. Air
    9. Garam

  2. Cara pembuatan:
    1. Menyiapkan kain polos yang akan diberi pewarna alami
    2. Mengikat sebagian dari kain tadi, dengan cara memasukan kelereng dalam kain kemudian ikat dengan karet gelang / tali raffia, atau dengan diikat biasa (tergantung motif yang akan dibuat)
    3. Menumbuk daun pacar air untuk membuat pewarna alami
    4. Memberi sedikit air lalu dibuat larutan daun pacar air (disaring dan diambil airnya)
    5. Menyalakan kompor dan menyiapkan panci
    6. Memasukkan larutan daun pacar air, dan menambahkan sedikit garam
    7. Mengaduk larutan tadi agar bisa larut
    8. Mencelupkan dahulu kain putih yang sudah diikat tadi dalam air dingin, kemudian diperas. Setelah itu, memasukkannya ke dalam larutan daun pacar air dan garam hingga terbenam seluruhnya
    9. Mengaduk – aduk kain putih tadi menggunakan pengaduk agar warna merata
    10. Setelah beberapa menit dan warna merata, angkat kain, dan angin – anginkan sampai setengah kering
    11. Membuka ikatan untuk karet gelang yang melekat pada kain
    12. Mengangin – anginkan kain sampai benar – benar kering (di tempat teduh agar warnanya tidak belang).

PEWARNA ALAMI DARI DAUN SUJI

  1. Alat dan bahan:
    1. Panci (wadah)
    2. Kompor
    3. Pengaduk (kayu)
    4. Daun Suji
    5. Kain polos warna putih yang dipotong sesuai ukuran
    6. Kelereng / batu kerikil
    7. Tali raffia / karet gelang
    8. Air
    9. Garam

  2. Cara pembuatan:
    1. Menyiapkan kain polos yang akan diberi pewarna alami
    2. Mengikat sebagian dari kain tadi, dengan cara memasukan kelereng dalam kain kemudian ikat dengan karet gelang / tali raffia, atau dengan diikat biasa (tergantung motif yang akan dibuat)
    3. Menumbuk daun suji untuk membuat pewarna alami
    4. Memberi sedikit air lalu dibuat larutan daun suji (disaring dan diambil airnya)
    5. Menyalakan kompor dan menyiapkan panci
    6. Memasukkan larutan daun suji, dan menambahkan sedikit garam
    7. Mengaduk larutan tadi agar bisa larut
    8. Mencelupkan dahulu kain putih yang sudah diikat tadi dalam air dingin, kemudian diperas. Setelah itu, memasukkannya ke dalam larutan daun pepaya dan garam hingga terbenam seluruhnya
    9. Mengaduk – aduk kain putih tadi menggunakan pengaduk agar warna merata
    10. Setelah beberapa menit dan warna merata, angkat kain, dan angin – anginkan sampai setengah kering
    11. Membuka ikatan untuk karet gelang yang melekat pada kain
    12. Mengangin – anginkan kain sampai benar – benar kering (di tempat teduh agar warnanya tidak belang).

PEWARNA ALAMI DARI SECANG

  1. Alat dan bahan:
    1. Panci (wadah)
    2. Kompor
    3. Pengaduk (kayu)
    4. Secang
    5. Kain polos warna putih yang dipotong sesuai ukuran
    6. Kelereng / batu kerikil
    7. Tali raffia / karet gelang
    8. Air

  2. Cara pembuatan:
    1. Menyiapkan kain polos yang akan diberi pewarna alami
    2. Mengikat sebagian dari kain tadi, dengan cara memasukan kelereng dalam kain kemudian ikat dengan karet gelang / tali raffia, atau dengan diikat biasa (tergantung motif yang akan dibuat)
    3. Rebus batang secang sampai mendidih untuk membuat pewarna alami
    4. Setelah larutan mendidih, celupkan kain putih yang sudah dimasukkan ke dalam air dingin ke larutan batang secang hingga terbenam semua
    5. Mengaduk – aduk kain putih tadi menggunakan pengaduk agar warna merata
    6. Setelah beberapa menit dan warna merata, angkat kain, dan angin – anginkan sampai setengah kering
    7. Membuka ikatan untuk karet gelang yang melekat pada kain
    8. Mengangin – anginkan kain sampai benar – benar kering (di tempat teduh agar warnanya tidak belang).

PEWARNA ALAMI DARI KAYU MANIS

  1. Alat dan bahan:
    1. Panci (wadah)
    2. Kompor
    3. Pengaduk (kayu)
    4. Kayu manis
    5. Kain polos warna putih yang dipotong sesuai ukuran
    6. Kelereng / batu kerikil
    7. Tali raffia / karet gelang
    8. Air

  2. Cara pembuatan:
    1. Menyiapkan kain polos yang akan diberi pewarna alami
    2. Mengikat sebagian dari kain tadi, dengan cara memasukan kelereng dalam kain kemudian ikat dengan karet gelang / tali raffia, atau dengan diikat biasa (tergantung motif yang akan dibuat)
    3. Rebus kayu manis sampai mendidih untuk membuat pewarna alami
    4. Setelah larutan mendidih, celupkan kain putih yang sudah dimasukkan ke dalam air dingin ke larutan kayu manis hingga terbenam semua
    5. Mengaduk – aduk kain putih tadi menggunakan pengaduk agar warna merata
    6. Setelah beberapa menit dan warna merata, angkat kain, dan angin – anginkan sampai setengah kering
    7. Membuka ikatan untuk karet gelang yang melekat pada kain
    8. Mengangin – anginkan kain sampai benar – benar kering (di tempat teduh agar warnanya tidak belang).

PEWARNA ALAMI DARI DAUN SUJI DAN BLIMBING WULUH

  1. Alat dan bahan:
    1. Panci (wadah)
    2. Kompor
    3. Pengaduk (kayu)
    4. Daun suji dan blimbing wuluh
    5. Kain polos warna putih yang dipotong sesuai ukuran
    6. Kelereng / batu kerikil
    7. Tali raffia / karet gelang
    8. Air

  2. Cara pembuatan:
    1. Menyiapkan kain polos yang akan diberi pewarna alami
    2. Mengikat sebagian dari kain tadi, dengan cara memasukan kelereng dalam kain kemudian ikat dengan karet gelang / tali raffia, atau dengan diikat biasa (tergantung motif yang akan dibuat)
    3. Menumbuk daun suji dan blimbing wuluh untuk membuat pewarna alami
    4. Memberi sedikit air lalu dibuat larutan daun suji dan blimbing wuluh (disaring dan diambil airnya)
    5. Menyalakan kompor dan menyiapkan panci
    6. Memasukkan larutan daun suji dan blimbing wuluh
    7. Mengaduk larutan tadi agar bisa larut
    8. Mencelupkan dahulu kain putih yang sudah diikat tadi dalam air dingin, kemudian diperas. Setelah itu, memasukkannya ke dalam larutan daun suji dan blimbing wuluh hingga terbenam seluruhnya
    9. Mengaduk – aduk kain putih tadi menggunakan pengaduk agar warna merata
    10. Setelah beberapa menit dan warna merata, angkat kain, dan angin – anginkan sampai setengah kering
    11. Membuka ikatan untuk karet gelang yang melekat pada kain
    12. Mengangin – anginkan kain sampai benar – benar kering (di tempat teduh agar warnanya tidak belang).

PEWARNA ALAMI DARI TEH

  1. Alat dan bahan:
    1. Panci (wadah)
    2. Kompor
    3. Pengaduk (kayu)
    4. Teh
    5. Kain polos warna putih yang dipotong sesuai ukuran
    6. Kelereng / batu kerikil
    7. Tali raffia / karet gelang
    8. Air

  2. Cara pembuatan:
    1. Menyiapkan kain polos yang akan diberi pewarna alami
    2. Mengikat sebagian dari kain tadi, dengan cara memasukan kelereng dalam kain kemudian ikat dengan karet gelang / tali raffia, atau dengan diikat biasa (tergantung motif yang akan dibuat)
    3. Rebus teh sampai mendidih untuk membuat pewarna alami
    4. Setelah larutan mendidih, celupkan kain putih yang sudah dimasukkan ke dalam air dingin ke larutan teh hingga terbenam semua
    5. Mengaduk – aduk kain putih tadi menggunakan pengaduk agar warna merata
    6. Setelah beberapa menit dan warna merata, angkat kain, dan angin – anginkan sampai setengah kering
    7. Membuka ikatan untuk karet gelang yang melekat pada kain
    8. Mengangin – anginkan kain sampai benar – benar kering (di tempat teduh agar warnanya tidak belang).

PEWARNA ALAMI DARI DAUN JATI

  1. Alat dan bahan:
    1. Panci (wadah)
    2. Kompor
    3. Pengaduk (kayu)
    4. Daun jati
    5. Kain polos warna putih yang dipotong sesuai ukuran
    6. Kelereng / batu kerikil
    7. Tali raffia / karet gelang
    8. Air
    9. Garam

  2. Cara pembuatan:
    1. Menyiapkan kain polos yang akan diberi pewarna alami
    2. Mengikat sebagian dari kain tadi, dengan cara memasukan kelereng dalam kain kemudian ikat dengan karet gelang / tali raffia, atau dengan diikat biasa (tergantung motif yang akan dibuat)
    3. Menumbuk daun jati untuk membuat pewarna alami
    4. Memberi sedikit air lalu dibuat larutan daun jati (disaring dan diambil airnya)
    5. Menyalakan kompor dan menyiapkan panci
    6. Memasukkan larutan daun jati, dan menambahkan sedikit garam
    7. Mengaduk larutan tadi agar bisa larut
    8. Mencelupkan dahulu kain putih yang sudah diikat tadi dalam air dingin, kemudian diperas. Setelah itu, memasukkannya ke dalam larutan daun jati dan garam hingga terbenam seluruhnya
    9. Mengaduk – aduk kain putih tadi menggunakan pengaduk agar warna merata
    10. Setelah beberapa menit dan warna merata, angkat kain, dan angin – anginkan sampai setengah kering
    11. Membuka ikatan untuk karet gelang yang melekat pada kain
    12. Mengangin – anginkan kain sampai benar – benar kering (di tempat teduh agar warnanya tidak belang).
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: